Seputar karburator vacum (CV/Constant Velocity)


Berbeda dengan kendaraan roda empat yang sudah banyak mengadopsi teknologi pasokan bahan bakar injeksi, rata-rata sepeda motor yang dijual di Indonesia masih menggunakan sistem karburator. Meski begitu, teknologi karburator yang dipakai sudah lebih canggih dibandingkan model konvensional dengan penambahan beberapa penemuan baru. Karburator modern ini memiliki keunggulan pada konsumsi bahan bakar yang irit dan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.

Saat ini pabrikan sepeda motor banyak menggunakan teknologi karburator jenis Constant Velocity (CV) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama karburator vakum. Sepeda motor bebek model terbaru, sudah dilengkapi piranti karburator vakum. Bahkan teknologi karburator vakum berkembang menjadi varian New Constant Velocity (NCV), yang dipasang pada sepeda motor bebek bermesin 130 cc.

Karburator bagi sepeda motor adalah bagian yang vital. Perangkat ini berfungsi mengabutkan bensin agar lebih mudah terbakar di ruang bakar silinder. Karburator dilengkapi pelampung, katup jarum, baut penyetel udara, jarum skep, dan pompa percepatan. Setiap komponen punya tugas sendiri-sendiri.

Pelampung misalnya, berfungsi mengatur tinggi rendahnya bensin dalam ruang pelampung karburator. Tinggi rendahnya permukaan bensin itu dipengaruhi oleh lidah pelampung. Pelampung yang bocor bisa membuat karburator kebanjiran bensin. Piranti yang mengatur keluar masuknya bahan bakar pada karburator adalah skep berbentuk jarum.

Karburator vakum (CV) bisa disebut satu tahap lebih maju dibandingkan teknologi lama. Mekanisme kerja karburator vakum memang berbeda dengan karburator konvensional atau Venturi Meter (VM). Bukaan skep karburator model CV diatur berdasarkan kavakuman di ruang bakar atau tekanan udara antara inlet dan manifold, bukan oleh tarikan kabel gas seperti pada karburator tipe VM.

Besar kecilnya perbedaan tekanan udara diatur oleh skep kupu-kupu yang berhubungan dengan kabel gas. Jadi pergerakan kabel gas tidak langsung membuka skep karburator, tetapi membuka skep kupu-kupu lebih dahulu baru kemudian membuka skep utama. Pada teknologi karburator CV, buka-tutup kabel gas hanya sebagai pemancing saja. Sementara membran karet karburator CV menjadi alat pengatur otomatis permintaan bahan bakar.

Naik turun jarum skep pada karburator CV ditentukan oleh kevakuman di ruang bakar. Saat putaran mesin masih rendah dan tingkat kevakuman rendah, skep hanya membuka dengan lubang yang kecil. Begitu putaran mesin naik dan tingkat kevakuman meningkat, skep akan membuka lebar-lebar untuk mengalirkan bahan bakar. Permintaan bahar bakar pun akan sesuai dengan keperluan mesin, sehingga konsumsinya jauh lebih hemat dibandingkan karburator konvensional.

Dibalik kecanggihan teknologinya, karburator CV juga memiliki kelemahan, yaitu lambat pada akselerasi awal. Penyebabnya saat putaran mesin rendah, skep akan membuka rendah pula. Otomotis bahan bakar yang masuk ke ruang bakar tidak begitu banyak sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak besar.

Walaupun gas dipelintir dalam-dalam, skep karburator tidak akan membuka secara spontan mengikuti putaran grip gas. Yang terjadi adalah udara dipaksa masuk sebanyak-banyaknya ke dalam ruang bakar, sedangkan debit bahan bakar sedikit. Hasilnya pembakaran pun tidak optimal dan tenaga seperti kosong sesaat. Tenaga baru akan mengisi kembali pada durasi waktu sekira 1 detik.

Teknologi karburator NCV lebih canggih lagi. Alasannya alat ini sudah dilengkapi dengan sensor yang mampu menyediakan waktu pengapian sesuai besaran campuran bensin – udara yang masuk ke dalam ruang bakar.

Sensor canggih ini diberi nama piranti throttle position sensor. Alat ini langsung berinteraksi dengan skep vakum karburator. Tugas piranti ini adalah membaca posisi skep kupu-kupu saat mesin hidup. Sinyal yang dibaca sensor akan disalurkan ke perangkat CDI. CDI pun akan mengatur waktu pengapian yang tepat di ruang bakar.

Jika gas baru dibuka maka letupan pada busi tidak terlalu besar. Sebaliknya kalau bensin mengalir besar, maka busi diperintahkan untuk menyala dengan arus yang lebih tinggi, sehingga pembakaran pun jadi sempurna.

Piranti ini tidak bekerja sendiri, tetapi tergantung pada sebuah chip yang dipasang di luar skep. Chip ini terdiri dari tiga kabel, yaitu in, out, dan ground yang dihubungkan dengan piranti CDI. Begitu grip gas ditarik, CDI akan langsung membaca untuk memberikan pengapian yang sesuai dengan putaran grip gas.

Meski canggih, namun piranti throttle position sensor juga memiliki kelemahan. Kalau rusak, maka waktu pengapian yang terbaca adalah pada posisi terakhir dan tidak lagi mengikuti kerja skep. Imbasnya konsumsi bahan bakar pun bisa tidak efisien lagi

Contoh karburator NCV+TPS punya New MegaPro

About these ads

38 Respon untuk Seputar karburator vacum (CV/Constant Velocity)

  1. dekyprasetyo mengatakan:

    Mantab infonya nih Bro, mohon ijin Copas ya

  2. LATU mengatakan:

    TERUS GIMANA PERAWATANNYA BRO..????

    • skullsmokers mengatakan:

      Perawatannya gampang bro
      cuma kalo nyuci arah selangnya jangan sampe kena TPSnya kalo cuma kena air dikit/hujan ga masalah
      sehabis bongkar karbu juga kita rajin cek lagi apa sudah bener posisi penempatannya TPS dan tali flip sama solatip tertata rapi

  3. ijotomat mengatakan:

    bos ane mau nanya…ane punya motor jupiter z tapi dah lama pake karburator vakum,,,solusinya :terkadang motor saya ga da tenaganya seperti bensin ga turun normal..tu masalahnya dimana ya,,apa harus ganti busi atau ganti cdiay…???

    tolong imponya,,,,di tunggu

    • Neo Last One mengatakan:

      Harus dicek keseluruhannya bro tidak hanya disektor karbu seperti tangki atau selang tangki CDI atau busi langkah pertama coba dulu bersihin karbu atau setingan karbu ga pas bisa membuat motor jadi brebet ga normal

  4. aditya mengatakan:

    bagus sekali artikelnya, mau tanya kalo idle fuel mixture setel borosnya ke kanan ato ke kiri ya???

    trus kalo tps nya dimatiin bisa ng diset biar arus businya gede terus

  5. Anshory Ory mengatakan:

    gimana bro sy mau tanya spd motor sy fu150cc tidak mau lamsam ap penyebabnya bro tlng imfox

  6. Eko Bayu Seto mengatakan:

    Idle mixturenya dimana yah Bro kalo NMP bisa di lingkarin gitu ?.soalnya RPM saya ngga turun2 meski setelan RPM gas dah turun .harus mainkan Idle mixture yah ? plis reply bro

  7. Eko Bayu Seto mengatakan:

    Sorry saya yang salah karena posisi cuk yang salah .NMP is the best lah

  8. zenii mengatakan:

    gan, mau nanya ni,ko megapro aku larinya gak kenceng yak? kmren gak bisa lebih dari 90 km/jam..
    mohon pencerahannya.

  9. alex mengatakan:

    bisa pinter ane nie hee……..boleh nanya bos ? motor ane mega pro 2001 mau ganti ama punya tiger perlu ganti cdi ngak bro.. makasih bro..

  10. Awan.Cs mengatakan:

    Knpa motor mio suka susah bgtz idup y

  11. rahmi mengatakan:

    syukron bagus artikelnya

  12. rahmad mengatakan:

    saya sangat kecewa dengan motor newmegapro saya,pasalny baru dipake 1th ada masalah pada skep karbu yg mengakibatkan tarikan gas tidak normal/seperti telat bensin.gmn solusinya?saya sangat kecewa karena motor masih dipake 1th..

  13. Dani mengatakan:

    new mega pro saya gak ada masalah gan,dah setaun 2 bulan.touring dah jakarta semarang 16x,bandung jakarta 12x.aman tuh malah sekarang dibuat jadi racing,portingpolish,bore up 204 cc,aman.karbu gak diganti,cuma pengaturan noken asnya aja.

  14. ari mengatakan:

    mas bro..sya mau tanya….new mega pro saya saat ini sering rewel…masalahnya tu …saat mau ngegas dari rpm rendah ke tinggi sering mati…kya bensin abis…tp kalau pas rpm tinggi enak…cm kl pas rpm rendah atau pas mau mbuka gas sering mati…jdi klo pas ud kya gt harus ngecuk karbu dlu baru dia mau nyala ke rpm tinggi….intinya klo pas rewel waktu mbuka gas karbu harus ngecuk dlu….mekanik smp geleng@ kepala kok ngrasain new megy saya…mohon pencerahanyan… atau TPSnya rusak nyaw? Begitu habis dibongkar enak…tp suatu saat rewel lagi mas bro

  15. Juneth mengatakan:

    sma lya pnya sy tuh , tp kmaren uda baik
    it di karbu nya it loh yg di jarum nya coba di setel

  16. [...] yang jelas bukan ada hantu di motor bro melainkan masalah di seputar karburatornya, untuk new megapro memakai karburator Keihin NCV 24 yang dilengkapi TPS (throttle position sensor) yang notabene teknologinya gak terlalu jadul seperti karburator konvensional. cara kerja pada kerburator new megapro yang menganut karburator vacum sudah dijelaskan disini [...]

  17. fiank mengatakan:

    bro aku punyah mtr mio bore up .150 cc tpi karbu masi standar settingan karbunya bagaimana[pilot/main]???

  18. abi mengatakan:

    bos ane punya motor byson kalo dabawa jalan pelan brebet/kaya kehabisan bensin.stelah saya cek karburatornya semua masih oke,tpi sampai skrg blm jga ilang penyakit’a.
    tlg bagi informasinya?

  19. M.nur mengatakan:

    Permisi.Kalo karet skepnya melar, ada yg jual ga ya? Apa harus satu set ama karbunya juga? Thx

  20. krisnabadru mengatakan:

    apa bisa ya karbu nmp diganti dengan karbu non ncv dengan saringan udara tetap bisa dipakai? agar tarikan gak tersendat dan lancar pada rpm tinggi?

  21. krisnabadru mengatakan:

    Oh gitu ya mas neo harganya kira2 berapa ya? tentunya saringan udara ori masih bisa dipakek apa hrs dicopot ya? soalnya aku masih suka yg pakek saringan udara untuk endurance, gmn nasib sensor elektronik pada karbu aslinya? apa gak ganggu pengapian kalau gak dipasng?

  22. Roy Adi Putra Pluss mengatakan:

    kalu nama- nama
    komponen nya karburator yng vakum apa
    ??

  23. Hady mengatakan:

    Mas bro, numpang tanya.!? kalo suzuki shogun bagong di ganti karbu vakum cocoknya pake karbu apa ya?

  24. Susanto mengatakan:

    Harga vacuum karbu vario techno 2011 berapa ya? Trims

Monggoh dikomentari dibawah....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: